Kata Galau, identik dengan perasaan ga jelas,
ngambang, bingung, frustrasi, agak-agak depresi yang terkadang
diungkapkan di media sosial. Kita tidak jarang menduga-duga apakah seseorang sedang galau hanya dari kicauan atau statusnya di media sosial. Dan biasanya, galau itu identik dengan adanya masalah dalam percintaan. Walaupun ngga benar seratus persen ya.
Biasanya yang diasosiasikan sebagai galauers ini
adalah remaja. Tapi, emang yang galau hanya para remaja abegeh yang
sedang jatuh cinta? Apa emak-emak dan bapak-bapak yang udah menikah
puluhan tahun ga pernah galau? Eh ternyata pernah menggalau juga loh,
dan kalau lagi galau mereka curhat ke anaknya (eh ini sih pengalaman
pribadi ya, jangan bilang-bilang ke bapak emak gue ya) ..hi hi hi..
Nah, perasaan galau bisa timbul karena berbagai sebab.
Bagi yang belum jadian, galaunya karena mikir apakah bakal jadian atau nggak. Apakah yang ditaksir memberikan sinyal-sinyal positif atau tidak. Apakah penampilan kita sudah baik untuk mendapatkannya atau tidak.
Bagi yang sudah punya pacar, galau bisa disebabkan
ketidakpastian apakah hubungan akan berlanjut ke jenjang yang lebih
tinggi, karena perubahan sikap pasangan , karena dugaan pasangan tidak
mencintai kita lagi, semacam itu.
Bagi yang sudah menikah, galau antara lain bisa
disebabkan karena berkurangnya intensitas komunikasi, banyaknya hal-hal
yang berubah dari ekspektasi kita sebelumnya.
Efek galau yang berkepanjangan ngga bagus juga untuk hubungan percintaan, dan bagi diri sendiri. Pikiran kusut, mengganggu pekerjaan/sekolah. Hubungan dengan pasangan jadi hambar karena masing-masing sibuk dengan kegalauannya.
Nah buat yang sering menggalau karena masalah cinta, kamu ngga sendiri. Tapi, ada kok cara menghindari galau ataupun mencegah galaumu terpuruk lebih dalam. Ini nih tipsnya berdasar pengalaman pribadi.
1. Perbaiki komunikasi dengan pasangan. Masalah utama penyebab galau biasanya karena komunikasi kurang lancar. Kita
mengharapkan kekasih mengerti apa yang kita rasakan dengan sendirinya ,
padahal kita juga tau dia bukan cenayang yang bisa membaca pikiran
kita. Jadi, kalau ada sesuatu yang membuatmu ragu dengan hubungan kalian, ya tanyakan, bicarakan baik-baik dengan pasanganmu.
2. Memahami, introspeksi. Coba tanyakan alas an kenapa kamu galau pada dirimu sendiri. “Iya,
gue galau habis pacar gue begini begini.. pacar gue begitu begitu..
dst.. dst..” . Cobalah melihat dari sudut pandang pacar mengapa dia
melakukan hal-hal yang membuatmu kurang nyaman atau terlihat
mengabaikanmu. Mungkin dia sibuk dengan pekerjaan atau
tugas kuliahnya? Mungkin habis dimarah-marahi bosnya? Ribut dengan
sahabatnya? Cobalah memahami.
Atau.. mungkin ada sikapmu yang kurang berkenan di hadapannya? Introspeksi. Cari jalan untuk kompromi. Kalau udah, balik ke point 1, komunikasi.
3. Buang gengsi. Kalau ngaku cinta, seharusnya ngga ada gengsi untuk memulai duluan memperbaiki hubungan. Kalau gengsi, poin nomer satu ngga akan tercapai. Kamu
akan muter-muter aja dengan masalah dan galaumu, karena merasa lebih
tinggi/gengsi untuk memulai. Gengsi ga akan bawa kita ke mana-mana cuy.
4. Bahagia atau Galau, kamu yang menentukan, bukan orang lain. Kamu udah berusaha dengan 3 langkah di atas tapi rasa galaumu belum hilang. Menurut kamu, komunikasi dengan pacar tidak berjalan baik. Kamu merasa tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan atas kekuatiranmu. Ya
sudah, mungkin sudah saatnya melupakan sejenak galaumu. Ciptakan
situasi atau pemikiran positif tentang kehidupanmu, ataupun dari
kehidupan percintaan. Pikirkan apa yang sudah kamu miliki saat ini, dan bandingkan dirimu dengan orang-orang yang tak seberuntung dirimu. Cobalah ingat-ingat lagi saat saat menyenangkan bersama pasangan. Saya punya prinsip, “Happiness is created within our mind”. Seburuk apapun situasi kita, selalu ada hal yang membuat kita tetap bahagia, happy. Kuncinya bersyukur. Biasanya,
dalam kondisi bersyukur yang kontemplatif, pikiran kita lebih jernih
dan rasional, dan kita akan menemukan benang-benang solusi atas
permasalahan kita.
Jadi, jangan galau lama-lama ya? Galau dalam percintaan itu manusiawi, artinya kamu masih peduli pada cinta. Asal, jangan kelamaan, dan arahkan selalu kegalauan itu untuk hal yang positif dalam hubungan percintaanmu.
Galau yang dalam bahasa inggris disebut
sebagai hubbub adalah suatu kondisi di mana diri lo sedang merasa
kacau, merasa tidak karuan, dan gelisah pada satu kondisi. umumnya yang
terjadi kondisi yang buruk seperti: dapet nilai yang buruk, dapet tugas
yang ajaib susahnya, atau kalau lagi putus cinta, bisa memicu lo dalam
waktu sedetik langsung GALAU.biasanya keadaan galau lebih mudah menyerang kaum wanita, karena kaum pria lebih dominan berpikir secara praktis dan tidak terlalu sering berpedoman pada perasaan.
Penyebab Galau:
rasa galau timbul karena banyak faktor di antaranya:
- social media. pengaruh social media seperti Facebook dan Twitter menurut gw punya andil cukup besar untuk membuat orang galau dalam seperempat detik. misalnya lo lagi punya tugas kuliah berjibun, terus lo buka Twitter dan liat timeline lo isinya temen-temen lo semua yang lagi galau sama tugas itu dan mengeluh semua. secara tidak langsung lo juga akan merasa kalau tugas yang lo dan temen lo dapet itu sangat susah. jadi intinya di sini isi dari social media bisa mempengaruhi cara berpikir lo sendiri, sehingga bisa menyebabkan lo galau atau tidak
- kurang temen. ini lagi nih…bayangin kalo lo lagi galau sama tugas misalnya atau masalah cinta, dan lo gak punya temen untuk berbagi cerita untuk sekedar melupakan masalah lo atau minta solusi sama temen atau sahabat lo. gw bisa pastiin lo bakal galau to the max. karena kalo lo gak punya banyak temen otomatis lo bakal merasa sendiri di dunia ini, tanpa ada yang peduli
- jarang ibadah. nah ini dia tipikal manusia yang aneh…udah tau lagi dapet masalah banyak bukannya minta tolong sama yang maha kuasa malah lebih banyak mengeluh. kalau kita jarang ibadah secara psikologis kita akan merasa kurang nyaman dan aman, karena ketika kita beribadah kita secara tidak langsung mempunyai tempat bergantung dari semua masalah yang lagi kita hadapi, siapa lagi tempat bergantung dari semua masalah yang lebih baik daripada Tuhan Yang Maha Esa ?
- tayangan media. tayangan seperti sinetron dan
reality show cukup punya kontribusi bikin lo galau. contohnya begini
(yang agak ekstrem) lo lagi nonton sinetron yang isinya itu anak kecil
masih SMP, udah main pacaran mulu, hidupnya buat cinta doang,
minim prestasi…nah otomatis kalo misalnya lo lagi jomblo lo bisa jadi berpikir “waduh anak kecil aja udah pacaran, masa gw belom dapet…hiks” begitu lah.
Ciri-Ciri Orang Galau:
seperti yang udah gw lansir sebelumnya, ciri-ciri orang galau adalah:- resah. dia merasa di hidupnya itu ada yang kurang, tapi dia gak tahu itu apa
- suka ngeluh. nah ini nih, kebanyakan orang yang lagi galau itu sering banget ngeluh, apalagi di social media Twitter. bagi kalian pengguna Twitter pasti gak jarang liat timeline dari temen kalian yang isinya suka ngeluh…contohnya kayak “ahhh…males banget sih, panas panas gini suruh beli beras…mana tadi habis ke salon hhuu” >>> (-_-”)
- suka membiarkan masalah diumbar ke publik. ciri yang ini sangat kental di social media, karena perkembangannya sehingga penggunanya merasa kalau dia harus kasih tahu ke semua orang kejadian apa yang baru dia alami atau rasain. kebanyakan dari mereka gak peduli kalo orang lain tahu masalah mereka. dan biasanya mereka cenderung dapat membuat banyak status baru dalam waktu seperdelapan detik. selebihnya orang yang lagi galau biasanya akan sangat sering muncul di social media, bukan karena dia aktif untuk berkomunikasi, tapi untuk menyebarkan kepada dunia sana kalau dia lagi bermasalah
Galau merupakan suatu perasaan dimana seseorang memikirkan hal-hal
secara berlebihan, kemudian bingung ketika memikirkan apa yang harus
dilakukan terhadap hal tersebut dengan pikirannya sendiri, sehingga
emosi menjadi tidak stabil, pikiran pusing, lalu mendadak imsomnia.
Galau juga perasaan emosi labil seseorang saat ia tidak dapat menentukan
pilihan, takut akan yang terjadi nanti, apakah sesuai harapan atau
tidak, benar atau salah ya..??? Bimbang, dan nggak percaya diri dengan
apa yang sudah dipilih untuk menjadi sebuah pilihan dan keputusan akhir
yang diambil.
Penyakit ini rentan hinggap pada usia-usia muda, remaja, belia, dan bahkan yang sudah dewasa pun terkadang juga ikut merasakan sengatan galau ini. Nah, jika sudah terinfeksi, jangan dibiarkan berlama-lama mengendap dalam diri. Berikut beberapa tips yang dapat menangkis rasa galau yang disebabkan oleh banyak faktor yang nggak mungkin disebut satu per satu.
Penyakit ini rentan hinggap pada usia-usia muda, remaja, belia, dan bahkan yang sudah dewasa pun terkadang juga ikut merasakan sengatan galau ini. Nah, jika sudah terinfeksi, jangan dibiarkan berlama-lama mengendap dalam diri. Berikut beberapa tips yang dapat menangkis rasa galau yang disebabkan oleh banyak faktor yang nggak mungkin disebut satu per satu.
• Berhentilah untuk menyalahkan diri sendiri karena hanya akan membuat perasaan jadi semakin down. Berpikirlah kalau ini
merupakan sebuah ujian dari Tuhan karena Tuhan sayang sama diri kita
dan Tuhan mau menaikkan derajat kita di hadapan orang lain dengan ujian
tersebut. Dengan begitu kita akan lebih percaya diri setelah ujian itu
berhasil dilewati, karena ujian yang diberikanNya tidaklah diluar
kemampuan hamba-Nya.
• Hadapi dengan senyuman, berpikir positif,
dan tenang dalam menyelesaikannya. Dengan begitu, perasaan akan lebh
terasa relax dan sadar bahwa masalah yang dihadapi nggak seberat yang
dibayangkan.
• Selalu aja merasa beruntung, agar bisa terus bersyukur atas semua nikmat dari Tuhan.
• Lakukan kegiatan positif dan berguna, lalu nikmatilah semua itu.
• Dengarkan lagu-lagu yang disukai.
• Kumpul bersama teman-teman, kerabat,
keluarga, lalu sharing dan curhat ke mereka. Tetapi jangan sampai salah
pilih orang, karena bisa makin runyam ntar masalahnya. Bukannya
nyelesain tapi malah nambah, capek deh..
• Hadapi yang akan terjadi, bukan malah
menghindari dan takut. Jangan pernah berpikir untuk lari dari masalah.
Masalah yang ada bukan untuk dihindari, tetapi untuk diselesaikan.
Semakin dihindari, maka ia akan makin membesar. Menghadapi tidak selalu
berdampak negatif, malah kebanyakannya berdampak positif. Justru menghindar akan makin membuat pribadi kalah dan merusak diri dari segi mental.
• Perbanyak beribadah. Meminta
pertolongan dan petunjuk kepada-Nya, dan temukan kedamaian ketika telah
melakukan ibadah dan meminta solusi langsung kepada Sang Maha Esa.
Semoga tips diatas bisa membantu
melepaskan perasaan galau. Jangan tambah galau ya kawan-kawan, nikmati
dan hiduplah bebas, tanpa beban, dan merdeka ..
Selamat mencoba !


Tidak ada komentar:
Posting Komentar